Masalah yang paling menonjol dalam pemeliharaan ayam kampung adalah tingginya tingkat kematian anak ayam ketika berumur dibawah 2 bulan. Penyebab utamanya adalah serangan penyakit. Setelah melewati umur 2 bulan biasanya ayam kampung lebih tahan terhadap serangan penyakit dibandingkan dengan ayam ras meski demikian, masih terdapat kemungkinan ayam dewasa juga terserang penyakit oleh karena itu tetap diperlukan pemeliharaan yang baik serta melakukan pencegahan terhadap penyakit. Selain karena penyakit penyebab kematian ayam bisa disebabkan oleh pengaruh pakan dan lingkungan yang kurang memadai. Berikut ini beberapa penyakit yang sering menyerang dan berbahaya serta penyebab lainnya yang sering mengganggu pertumbuhan ayam kampung
A.Tetelo/new castle disease
Penyakit ini merupakan penyakit yang paling ditakuti oleh peternak.Serangannya terjadi secara mendadak tingkat penularannya sangat tinggi dan tingkat kematian yang ditimbulkannya juga cukup tinggi. Yang sangat mengkhawatirkan adalah tidak ada obat yang efektif.Untuk mengobati ayam yang terkena penyakit ini satu satunya cara yang dapat dioptimalkan adalah melalui upaya pencegahan
1.Gejala
Gejala yang umum dari penyakit ini diawali dengan gangguan pernapasan seperti megap megap seakan akan tercekik, sesak napas, ngorok, dan batuk batuk. Gejala selanjutnya adalah jengger dan kepalanya menjadi kebiru biruan sayap terkulai, lesu,nafsu makan berkurang, beraknya encer berwarna kehijauan,otot tubuh gemetar,dan bisa menyebabkan kelumpuhan. Selain itu ayam akan mengalami gangguan saraf yang dapat menyebabkan kejang kejang serta leher terpuntir.Pada ayam petelur,produksinya langsung turun drastis dalam waktu yang relatif singkat
Bentuk Gejala penyakit ini dipengaruhi oleh tingkat keganasan virus yang menyerang dan terbagi dalam 3 tipe dibawah ini
a.Tipe ganas (velogenik):hampir semua gejala diatas tampak dan tingkat kematiannya mencapai 80-100%
b.Tipe sedang (mesogenik):gejalanya berupa gangguan pernapasan dan saraf, pada ayam muda tingkat kematiannya mencapai 10% sementara pada ayam dewasa jarang terjadi kematian
c.Tipe lemah (lentogenik):gejalanya tidak terlalu nyata, namun ada sedikit gangguan pernapasan dan penurunan produksi telur, kualitas kulit telur menjadi jelek
2. Penyebab
Penyakit ini disebabkan oleh virus paramyxo yang keganasannya bervariasi dari sangat tinggi (velogenik),sedang(mesogenik)dan rendah (lentogenik)
Pengendalian
Penyakit tetelo tidak dapat diobati. Oleh karena itu ayam yang sudah terserang penyakit ini sebaiknya segera dimusnahkan karena mudah menulari ayam yang lainnya. Pengendalian yang terbaik adalah dengan cara vaksinasi untuk mendapatkan kekebalan penyakit ND. Jenis vaksin yang dapat digunakan dijual dalam berbagai merek dagang seperti vaksin Strain F, Strain K,atau Lasota. Mengingat pentingnya usaha pencegahan penyakit ini berikut disajikan teknis melakukan vaksinasi.
Untuk memudahkan ingatan tentang pemberian vaksin ND biasanya waktu pemberian vaksin dikenal dengan istilah vaksin ND Pola 4-4-4.Maksudnya vaksin ND diberikan pada ayam yang berumur 4 hari, 4 minggu, 4 bulan dan seterusnya dilakukan 4 bulan sekali
Pemberian vaksin ND pada anak ayam yang berumur 4 hari bisa dilakukan dengan cara tetes mata atau tetes mulut. Pemberian vaksin melalui tetes mata atau tetes mulut biasanya dilakukan dengan menggunakan pipet tetes. Tetes mata dilakukan dengan meneteskan vaksin pada kedua mata, masing-masing 1 tetes. Sementara itu, tetes mulut dilakukan dengan meneteskan 2 tetes vaksin ke mulutnya.
Pemberian vaksin untuk ayam yang berumur 4 minggu dan 4 bulan dilakukan dengan sistem penyuntikan. Sebelum penyuntikan vaksin sebaiknya diencerkan dahulu. Di poultry shop biasanya vaksin dijual dalam 3 kemasan dengan petunjuk penggunaan masing-masing, yaitu:
1.       1 ampul untuk 100 ekor ayam
2.       1 ampul untuk 500 ekor ayam
3.       1 ampul untuk 1.000 ekor ayam
Dalam membeli vaksin dipilih kemasan yang sesuai dengan kebutuhan sebab vaksin ND harus dihabiskan dalam 1 kali pemakaian.
Pengenceran vaksin dilakukan dengan cara menyampur vaksin tersebut dengan aquades. Misalnya terdapat 100 ekor ayam yang akan diberi vaksin ND, kemasan vaksin ND yang dibutuhkan adalah 1 ampul. Kemudian jumlah (cc) aquades yang dicampurkan akan menentukan jumlah (cc) suntikan vaksin untuk tiap ekor ayam. Dengan demikian, penghitungan jumlah (cc) suntikan yang diberikan pada setiap ekor ayam adalah:
 20 cc      x 1 cc=0,2 cc
100 ekor




Alat suntik yang digunakan (spuit) biasanya bervariasi berdasarkan daya tampungnys, misalnya daya tampung 1 cc,3 cc atau 6 cc. Dengan demikian, daya tampung spuit yang digunakan juga mempengaruhi jumlah ayam yang disuntik untuk satu kali pengisian spuit.Misalnya, jika vaksin yang telah dicampur dengan 20 cc aquades diatas menggunakan alat suntik yang berdaya tampung 1 cc maka satu kali pengisian spuit dapat digunakan untuk menyuntik 5 ekor ayam dengan perhitungannya adalah:
1cc     x1 ekor=5 ekor
0,2 cc
Dengan cara perhitungan yang sama dapat diketahui jumlah ayam yang disuntikkan bila menggunakan spuit berdaya tampung 3 cc dan 6 cc.Jika digunakan alat suntik berdaya tampung 3 cc, satu kali pengisian spuit dapat dipergunakan untuk menyuntik 15 ekor ayam.sementara itu, alat suntik yang berdaya tampung 6 cc dapat dipergunakan untuk 30 ekor ayam.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan vaksinasi adalah sebagai berikut:
  1. Usahakan penyimpanan vaksin dalam suhu yang dingin,misalnya dalam kulkas,dalam termos es, atau tempat yang diberi es balok
  2. Usahakan peralatan maupun wadah dalam keadaan steril yaitu dengan mencucinya dalam air panas
  3. Usahakan jangan melakukan vaksinasi pada saat matahari bersinar cukup panas. Lebih baik dilakukan pada saat turun hujan atau pada pagi dan sore hari.Sebelum dilakukan vaksinasi sebaiknya ayam diberikan makan terlebih dahulu
  4. Ayam yang akan divaksinasi harus dalam keadaan sehat
Untuk mempermudah pelaksanaan vaksinasi (terutama penyuntikan) sebaiknya ditangani oleh sedikitnya dua orang. Cara melakukan vaksinasi diperinci sebagai berikut:
1.Siapkan vaksin,aquades,alat suntik(spuit),air panas dan wadah yang bersih
2.Spuit disterilkan dengan menyedot air panas dan membuangnya 3-4 kali.
3.Campurkan vaksin dan aquades dengan cara menyedot vaksin dengan memakai spuit kemudian dimasukkan ke dalam tabung aquades
4.Tabung tersebut digoyang-goyangkan agar vaksinnya tercampur dengan rata
5.Spuit diisi dengan campuran vaksin yang telah diencerkan sesuai dengan daya tampung spuitnya
6.Jika dilakukan oleh dua orang,kaki dan sayap ayam dipegang oleh satu orang.Cara memegang ayam dapat dilakukan dengan dua cara, yakni posisi terlentang dan posisi miring.Kemudian satu orang lagi menyuntikkan jarum spuit yang berisi vaksin ke daging atau otot dada ayam dengan kemiringan 30°-40°.Usahakan jangan sampai menyentuh bagian tulang ayam
7.Jika dilakukan oleh satu orang.Kedua kaki ayam dipegang dengan tangan kiri,sedangkan sayapnya dijepit oleh pangkal lengan atau ketiak. Kemudian tangan kanan menyuntikkan spuit yang berisi vaksin ke dalam daging atau otot dada ayam
8.Ketika melakukan penyuntikan, perhatikan penurunan campuran vaksin dalam spuit, disesuaikan dengan kebutuhan per ekor ayam yang disesuaikan dengan kebutuhan per ekor ayam yang disesuaikan dengan pencampuran dan spuit yang digunakan
B. Gumboro (Infectius Bursal Disease)
Penyakit ini sering disebut sebagai penyakit aidsnya unggas karena mempunyai pengaruh yang serupa yaitu merusak sistem kekebalan tubuh ayam
1.       Gejala
Penyakit ini menyerang anak ayam yang berusia sekitar 2-14 minggu. Ayam yang terserang penyakit ini memperlihatkan gejala sebagai berikut:
a.Diawali dengan penurunan nafsu makan dan minum
b.Bulunya tampak kusam dan biasanya disertai dengan diare yang berlendir yang mengotori bulu pantat.
c.Terjadi iritasi pada duburnya dan biasanya ayam sering mematuki duburnya sendiri
d.Ayam tampak lesu dan sering mengantuk
e.Dalam kondisi tidur biasanya paruh diletakkan di lantai dan keseimbangannya menjadi terganggu
Angka kematian akibat penyakit ii bervariasi, yakni sekitar 5%-80% tergantung keganasan virus dan umur ayam yang terserang.Angka kesakitannya dapat mencapai 100%,artinya dalam satu kandang bisa terserang seluruhnya. Ayam yang tidak sampai mati akan terganggu pertumbuhannya dan akan mudah sekali terkena infeksi sekunder.
2.Penyebab
Penyakit gumboro disebabkan oleh virus gumboro yang merusak sistem kekebalan tubuh.sebagian ahli menggolongkan virus ini ke dalam keluarga Birnaviridae
3.Pengendalian
Pengobatan yang khusus dan berhasil untuk penyakit gumboro belum ada. Upaya terbaik untuk penyakit ini adalah dengan melakukan pencegahan melalui vaksinasi dan menjaga sanitasi kandang atau lingkungan sekitar kandang.
Cara melakukan vaksinasi untuk penyakit ini prinsipnya sama dengan vaksinasi pada penyakit ND. Hanya saja vaksin yang digunakan adalah vaksin khusus untuk penyakit gumboro seperti gumboro vaccin nobilis (intervet),bursavac(sterwin lab),dan delvax gumboro.Cara penggunaannya harus disesuaikan dengan aturan yang tertera pada labelnya.
C. Marek (Leukosis Akuta)
1.Gejala
Penyakit ini terutama menyerang ayam dengan kondisi menjelang kematangan seksual yaitu antara umur 2-16 minggu.Gejala yang menjadi ciri khas penyakit ini diantaranya adalah terjadi kepincangan,sayap menggantung,sempoyongan,kurus,pucat,dan lemah. Selain itu, terjadi kelumpuhan saraf pada kaki sehingga kaki terjulur ke depan atau ke belakang.Sering kali matanya menjadi buta dan terdapat semacam tumor di bawah kulit
2.Penyebab
Penyakit ini disebabkan oleh virus DNA cell associated yang digolongkan sebagai virus herpes tipe B
3.Pengendalian
Sampai sekarang belum ada obat yang efektif untuk mengobati penyakit marek. Pengendalian yang paling baik adalah dengan melakukan vaksinasi dan menjaga sanitasi kandang serta lingkungan sekitar kandangan. Teknis untuk melaksanakan vaksinasi penyakit marek hampir sama dengan vaksinasi ND. Vaksinasi marek sebaiknya dilakukan sedini mungkin yakni ketika bibit berumur sehari.Vaksin yang digunakan adalah vaksin marek yang berasal dari herpes virus kalkun strain FC 126.Merek dagang vaksin marek yang banyak beredar, diantaranya Lyomarex,Marimune,Sterwin-HVT,MD-VC,dan Mar-Blem
D.Pilek Ayam (Infectious Coryza Snot)
1.Gejala
Ayam yang menderita penyakit ini akan mengalami beberapa gejala,diantaranya sebagai berikut:
a.busung dan pembengkakan pada daerah muka dan mata
b.Rongga hidung mengeluarkan lendir kental yang lengket dan berbau busuk.Lendir yang bercampur nanah dapat mengerak di sekitar lubang hidung dan sinus
c.kelopak matanya menjadi lengket
d.Getah radang yang banyak terdapat pada saluran pernapasan (batang dan cabang tenggorokan) dapat menyebabkan bunyi ngorok ketika bernapas. Pernapasan biasanya menjadi lebih cepat
e.Nafsu makan dan minum menurun sehingga dapat menyebabkan terjadinya penurunan produksi karena daya telurnya berkurang atau bahkan terhenti.
f.sering kali dibarengi dengan terjadinya diare
F.Gangguan Lain
Gangguan lain yang sering dialami oleh ayam adalah karena pakan,lingkungan dan pemeliharaan yang kurang memadai. Dalam praktiknya untuk mendeteksi suatu jenis penyakit sering kali kesulitan.Selain karena gejalanya yang sulit dibedakan terkadang dalam waktu yang sama terdapat lebih dari satu gangguan sehingga gejala yang tampak merupakan kombinasi dari beberapa gangguan. Berikut ini beberapa gangguan selain penyakit penyakit diatas yang sering dijumpai dalam budidaya ayam kampung. Diambil berdasarkan pengalaman peternak ayam kampung petelur kelompok peternak fajar sari,kampung tobor, desa karangsari, kecamatan kedungwaringin,bekasi,jawa barat
Jenis Gangguan
Kemungkinan penyebab
Cara mengatasinya
Ayam tidak nafsu makan
Ransum pakan kurang baik
Stressing
Kandang panas
Ransum diganti dan diberi top mix atau vita chick
Beri vita stress
Atur ventilasinya
Ayam banyak minum
Ayam kurang sehat
Beri therapy atau sulfamix
Angka kematian ayam tinggi
Kurang makan dan minum
Kandang kotor
Ada serangan penyakit tetelo
Tambah pakan dan minum
Cucilah kandang dengan neo antisep
Beri vaksin pada ayam yang masih sehat (lihat penyakit tetelo)
Ayam saling patuk
Ayam kurang makan
Sifat kanibal
Ransum pakan kurang protein dan mineral
Tambah pakannya
Beri hijauan atau potong sedikit paruhnya
Beri top mix
Ayam lemah dan lumpuh
Kurang makan
Kurang mineral (zat kapur)
Tambah pakannya
Pada pakannya ditambah top mix,mineral b 12 atau wonder
Produksi telur menurun
Kekurangan bahan pembuat telur
Beri stimulant egg
Telur kurang kuat
Kekurangan mineral
Beri strong egg

Comment

THERE ARE 0 COMMENTS FOR THIS POST

Post a Comment