Cara 1

Bahan-bahan yang dibutuhkan 
20 buah pisang ambon
200 gr tepung beras
100 gr tepung sagu
5 sendok makan gula pasir
1 sendok teh air kapur sirih
1/2 sendok teh vanili
400 ml air 

Cara Membuat

1. Siapkan wadah kemudian campurkan tepung beras, tepung sagu, air kapur sirih, vanili, gula pasir, dan air hingga semuanya benar-benar merata
2. Iris-irislah memanjang pisang yang sudah dikupas, jika sudah semuanya jemur dibawah terik matahari hingga kering
3. Gorenglah pisang tersebut hingga matang dan kering, kemudian angkat dan tiriskan
4. Celupkan setiap irisan pisang pada adonan tepung untuk kulit (adonan nomor 1), hingga semua permukaannya merata
5. Gorenglah kembali hingga matang, kemudian angkat dan tiriskan


Cara 2 

Sale pisang yaitu makanan olahan dari pisang yang sudah matang, kemudian disisir tipis-tipis dan dijemur hingga kering agar kadar airnya berkurang dan bisa bertahan lebih lama. Sale pisang bisa dikonsumsi langsung ataupun digoreng terlebih dahulu. 
Sekarang bagaimana cara membuat sale pisang ?

Bahan yang dibutuhkan :
-       Pisang yang sudah tua di pohon dan sudah matang (pisang nangka banyak digemari)
-       Pisau stainles yang tajam
-       Jemuran dari anyaman bambu 2×3 m

Cara membuat sale pisang :

-    Pisang di belah tipis memanjang dari ujung ke pangkal
-  Jemur  pada sinar matahari selama + 6 hari, pada hari ke 3 balik sale agar bagian bawahnya terkena sinar matahari. Pada hari ke 6 apabila kadar air sudah 20% sale diangkat dari jemuran.

Cara pengolahan sale pisang :

Bahan yang dibutuhkan :
-       tepung beras dan tepung terigu, perbandingan 2 : 1
-       gula pasir secukupnya
-       garam secukupnya
-       margarin secukupnya
-       minyak goreng

Proses pengolahan sale pisang :
-    Buat adonan dengan cara aduk rata tepung beras, tepung terigu, garam, gula dan margarin
-    Panaskan minyak goreng yang banyak
-  Celupkan sale pisang pada adonan, kemudian goreng pada minyak panas di atas api sedang hingga matang dan kering. Angkat dan tiriskan.

Cara 3
CARA MEMBUAT SALE PISANG CARA TRADISIONAL
Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun pepaya jantan.

Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale.

Pisang dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu :

1) Pisang yang dimakan dalam bentuk segar, misalnya : pisang ambon, raja sere, raja bulu, susu, seribu, dan emas.

2) Pisang yang dimakan setelah diolah terlebih dahulu, misalnya : pisang kepok, nangka, raja siam, raja bandung, kapas, rotan, gajah, dan tanduk.

Pisang banyak mengandung protein yang kadarnya lebih tinggi daripada buah -buahan lainnya, namun buah pisang mudah busuk. Untuk mencegah pembusukan dapat dilakukan pengawetan, misalnya dalam bentuk keripik, dodol, sale, anggur, dan lain-lain. Sale pisang merupakan produk pisang yang dibuat dengan proses pengeringan dan pengasapan. Sale dikenal mempunyai rasa dan aroma yang khas. 

Sifat-sifat penting yang sangat menentukan mutu sale pisang adalah warna, rasa, bau, kekenyalan, dan ketahanan simpannya. Sifat tersebut banyak dipengaruhi oleh cara pengolahan, pengepakan, serta penyimpanan produknya. Sale yang dibuat selama ini sering kali mutunya kurang baik terutama bila dibuat pada waktu musim hujan. Bila dibuat pada musim hujan perlu dikeringkan dengan pengeringan buatan (dengan sistem tungju).

Ada 3 (tiga) cara pembuatan sale pisang, yaitu :

1) Cara tradisional dengan menggunakan asap kayu;

2) Cara pengasapan dengan menggunakan asap belerang;

3) Cara basah dengan menggunakan natrium bisulfit.

Proses pengasapan dengan menggunakan belerang berguna untuk :

1) Memucatkan pisang supaya diperoleh warna yang dikehendaki;

2) Mematikan mikroba (jamur, bakteri);

3) Mencegah perubahan warna.


BAHAN

1) Buah pisang 36 kg

2) Belerang (untuk cara pengasapan) ½ gram (untuk 9 kg sale pisang)

3) Kayu bakar (untuk cara tradisional) secukupnya

4) Natrium bisulfit (untuk cara basah) 15 gram/liter air


PERALATAN

1) Lemari pengasapan (1x1 m)

2) Pisau

3) Tambah (nyiru)

4) Rak penjemur

5) Panci

6) Baskom

7) Plastik (untuk pembungkus)

8) Lilin (untuk penutup pembungkus)

9) Sendok

10) Kayu bundar atau bambu (untuk memipihkan pisang)

11) Tungku atau kompor

12) Merang (jerami).


CARA PEMBUATAN SALE PISANG CARA TRADISIONAL

(dengan menggunakan asap kayu)

1) Kupas pisang yang telah tua dan matang lalu kerok sedikit bagian luarnya agar bersih;

2) Letakkan pisang di atas tampah lalu asapkan dengan menggunakan asap kayu bakar selama 2 jam;

3) Jemur pisang di atas rak penjemuran yang beralaskan merang selama 4~5 hari. Sambil dijemur sewaktu-waktu pisang dipipihkan (dipres) dengan kayu bundar atau bambu;

4) Bungkus sale pisang yang telah dijemur dengan daun pisang kering. Masukkan ke dalam plastik lalu tutup dengan lilin.


Catatan:

1) Sale pisang yang dihasilkan hanya mencapai 25 % atau seperempat bagian dari berat pisang utuh (masih ada kulitnya). Jenis pisang yang sering dibuat sale adalah : pisang ambon, Untuk keripik pisang manis dapat ditambahkan gula pasir halus pada keripik yang sudah digoreng.

2) Pemberian rasa pedas dapat dilakukan bersama-sama dengan pemberian gula halus.