Arti Penting Pancasil


A.      Latar Belakang
Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh Rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan yang secara lahir dan batin menuju ke arah kebaikan, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.
Bahwasannya Pancasila yang telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar Negara seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 merupakan kepribadian dan pandagan hidup bangsa yang telah teruji dan terbukti bahwa tidak ada yang mampu memisahkannya dari kehidupan bangsa Indonesia.
Menyadari hal tersbut perlu langkah nyata dan terus menerus untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terandung di dalam Pancasila tersebut, demi melindungi serta melestarikan Kesaktian Pancasila oleh setiap unsur lapisan masyarakat dan bangsa Indonesia baik dari pusat maupun daerah.
B.      Pengertian Pancasila
Menurut arti sebenarnya, istilah Pancasila yang sudah lama dikenal melalui buku “Negarakertagama” karangan empu Prapanca dan “Sutasoma” karangan empu Tantular dapat diartikan “Berbatu sendi lima” (dari bahasa Sansekerta) atau juga “Pelaksanaan kesusilaan yang lima” (Pancasila karma) yang pada jaman dahulu berisikan sebagai berikut :
1.       Tidak boleh melakukan kekerasan.
2.       Tidak boleh mencuri.
3.       Tidak boleh berjiwa dengki.
4.       Tidak boleh berbohong.
5.       Tidak boleh minum minuman keras.
Pancasila ditetapkan sebagai dasar Negara Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945. Sebagai dasar Negara maka kehidupan berbengsa dan bernegara mulai saat itu haruslah sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila, yang pada kenyataannya nilai-nilai tersebut telah dipraktekkan oleh nenek moyang kita dan terus kita teruskan sampai sekarang.
Rumusan Pancasila sesuai dengan pembukaan UUD 1945 sebagai dasar Negara adalah:
1.       Ketuhanan Yang Maha Esa.
2.       Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3.       Persatuan Indonesia.
4.       Kerakyatan yang dipimpi oleh hikmat kebijaksaan dalam pemusyawaratan perwakilan.
5.       Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

C.      Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa
        Pancasila sebagai ideology terbuka merupakan  ideologi yang berkembang, terbuka untuk penafsiran baru. Bukan sesuatu yang selesai saja tetapi selalu actual setiap dalam menghadapi perubahan. Ideologi terbuka disebut juga weltanschaunh (pandangan dunia) yang diartikan sebagai consensus mayoritas warga Negara sebagai warga bangsa tentang nilai – nilai dasar yang ingin diwujudkan mengadakan Negara merdeka. Weltanschaunh merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, keseluruhan sila dalam pancasila merupakan satu kesatuan organis.

D.      Pancasila Sebagai Dasar Negara
Pancasila sebagai dasar atau falsfah Negara (philosophische gronslag), ideology negara dan staatside. Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan atau penyelenggaraan negara. Hal ini sesuai dengan bunyi pembukaan UUD 1945, yang dengan jelas menyatakan “…..maka disisinlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu undang-undang Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada…..”
Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar Negara mempunyai beberapa fungsi pokok, yaitu:
1.       Pancasila sebagai dasar Negara sesuai dengan pembukaan UUD 1945 yang pada hakikatnya adalah sumber dari segala sumber hokum atau sumber tertib hokum.Hal ini tertuang dalam ketetapan MPR No.XX/MPR/1978 dan No.V/MPR/1973 (Pengertian yuridis kenegaraan).
2.       Pancasila sebagai pengatur hidup kemasyarakatan pada umumnya (pengertian Pancasila secara sosiologis).
3.       Pancasila sebagai pengatur tingkah laku pribadi dancara-cara dalam mencari kebenaran (pengertian pancasia yang bersifat etis dan fiosofis).
E.       Penjabaran Sila-Sila Pancasila
a.       Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Menyatakan keimanan dan kepercayaan kepada Tuhan sesuai dengan keimanan dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradap.
b.      Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, gemar dengan kegiatan kemanusiaan, dan berani membela kebenaran dan keadilan. Sadar bahwa manusia itu semua sederajat, maka dikembangkan sikap saling manghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
c.       Sila Persatuan Indonesia
Bangsa Indonesia menempatkan persatuan dan kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Persaatuan dikembangkan atas dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
d.      Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
Manusia Indonesia menjunjung tinggi dan menghayati hasil dari keputusan musyawarah, karena itu semua pihak harus mau untuk menerima dan melaksanakan hasil musyawarah dengan penuh tangung jawab. Kepentingan bersama lebih utama daripada kepentingan pribadi atau golongan. Keputusan yang diambil harus menjunjung tinggi nilai keadilan serta dapat dipertanggung jawabkan.
e.      Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Hak dan kewajiban itu sama kedudukannya dalam menciptakan keadilan dalam masyarakat. Perlu dikembangkan perbuatan yang luhur dan sikap kegotong royongan dan kekeluargaan. Maka perlu kesinambungan antara hak dan kewajiban untuk menjaga keadilan terhadap sesama.

                Pancasila selain sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar Negara Republik Indonesia juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara Republik Indonesia. Maka kita harus menjadikannya sebagai perjuangan utama dalam kehidupan utama bermasyarakat dan bernegara. Oleh karena itu pengamalannya harus dimulai dari setiap lapisan masyarakat.
1.       PENGERTIAN IDEOLOGI PANCASILA
 Pancasila merupakan ajaran, gagasan, dan keyakinan sebagai acuan tingkah laku manusia Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan,  Politik, ekonomi, hukum, pertahanan keamanan(hankam), iptek, sosial, kebudayaan dan keagamaan.
2.       CAKUPAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI (IDELOGI NASIONAL INDONESIA)
A.      IDEOLOGI NEGARA
B.       IDEOLOGI PANDANGAN HIDUP   BANGSA
3.       DASAR HUKUM PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI
 Dimuat atau Terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.
4.       MUATAN IDEOLOGI DALAM PEMBUKAAN UUD 1945
ALINEA I
 Berisi Motivasi, Dasar, dan Pembenaran Pejuangan : Kemerdekaan hak segala bangsa dan Penjajahan bertentangan Dengan Prikemanusiaan dan Prikeadilan.
ALINEA II
 Berisi Cita-cita Bangsa: Negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
ALINEA III
 Berisi petunjuk serta tekad terlaksananya kemerdekaan : Atas berkat rakhmat Allah.
ALINEA IV
 Berisi Dasar Negara, Tujuan Negara, Tugas Negara, Penyusunan UUD, Bentuk dan Susunan Negara, serta Keadaulatan Rakyat
5.       CAKUPAN IDEOLOGI SEBAGAIMANA DIMUAT DALAM PEMBUKAAN UUD 1945
 Muatan Alinea 1, II, dan III  Merupakan Ideologi Pandangan Hidup.
 Muatan Alinea IV  Merupakan Ideologi Negara (Dasar Negara)
6.     PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
PENGERTIAN IDEOLOGI TERBUKA
Ideologi terbuka merupakan Ideologi yang mampu berintekasi dengan perkembangan jaman dan ada dinamika internal.
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
Mengembangkan pemikiran baru yang segar dan kreatif untuk mengamalkan Pancasila dalam menjawab perubahan dan tantangan jaman yang bergerak dinamis. Namun nilai-nilai dasar Pancasila tidak boleh berubah, sedangkan pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan nyata yang ada setiap waktu. (Penjabaran dan pengembangan ideologi Pancasila dalam menghadapi tantangan perkembangan jaman)
7.     TINGKATAN NILAI DALAM IDEOLOGI TERBUKA
A.   NILAI DASAR
  Nilai prinsip dan tidak dapat berubah.
B.   NILAI INSTRUMENTAL
  Sarana mewujudkan nilai dasar. Dapat berubah sesuai keadaan. Tidak boleh bertentangan dengan nilai dasar.
C.   NILAI PRAKSIS
  Pelaksanaan nyata keseharian. Dapat berubah sesuai keadaan. Tidak boleh bertentangan dengan nilai dasar.
8.       TINGKATAN NILAI PADA PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
NILAI DASAR
9.       DIMENSI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
A.   DIMENSI IDEALISME
  Mengandung ciata-cita, harapan, optimisme, serta motivasi para pendukungnya untuk mewujudakan. Bersumber pada nilai-nilai filosofis Pancassila.
B.   DIMENSI NORMATIF.
  Nilai-nilai Pancasila dijabakan menjadi norma. Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan Staats Fndamental Norm (Pokok Kaidah Negara yang Fundamental).
C.   DIMENSI REALISTIS
  Ideologi Pancasila mencerminkan realitas hidup dan mengakar di masyarakat. Sekaligus tidakbersifat utopis, melainkan realistis, artinya dapat dijabarkan dalam kehidupan nyata di bebagai bidang.
D.  DIMENSI FLEKSIBILITAS
  Ideologi Pancasila terbuka menerima pengaruh luar, sehingga bisa berkembang/ dikembangkan secara dinamis, terbuka, sesuai tuntuan perkembangan zaman. Namun nilai dasar (hakikat) Pancasila bersifat tetapat 
10.  FAKTOR PENDORONG KETERBUKAAN IDEOLOGI PANCASILA
A.   Kenyataan proses dan dinamika pembangunan yang sangat cepat.
B.   Runtuhnya ideologi tertutup (komunis).
C.   Pengalaman sejarah politik nasional, khususnya mengenai pemaknaan pancasila yang sepihak.
D.   Keingininan memperkokoh nilai dasar Pancasila yang bersifat tetap sekaligus keinginan mengembangkan Pancasila secara kreatif dan dinamis guna mencapai tujuan nasional.
Di berbagai perguruan tinggi, khususnya di tingkat Pasca Sarjana, para mahasiswa biasanya diajarkan mata kuliah “Filsafat Ilmu”.  Sejauh ini, sudah banyak diterbitkan buku tentang Filsafat Ilmu.   Sayangnya, kuatnya dominasi sekularisme – yang menolak campur tangan agama -- dalam bidang keilmuan kontemporer turut berpengaruh dalam perumusan konsep Filsafat Ilmu yang diajarkan di perguruan tinggi saat ini. Beberapa kutipan isi buku Filsafat Ilmu berikut ini bisa disimak.

Sebagai contoh, sebuah buku yang sangat terkenal berjudul “Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer”, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1995, cetakan kesembilan), mengutip pendapat Auguste Comte (1798-1857) yang membagi tiga tingkat perkembangan pengetahuan manusia, yaitu religius, metafisik, dan positif.  Selanjutnya, diuraikan:

“Dalam tahap pertama maka asas religilah yang dijadikan postulat ilmiah sehingga ilmu merupakan deduksi atau penjabaran dari ajaran religi. Tahap kedua orang mulai berspekulasi tentang metafisika (keberadaan) wujud yang menjadi objek penelaahan yang terbebas dari dogma religi dan mengembangkan sistem pengetahuan  di atas dasar postulat metafisik tersebut. Sedangkan tahap ketiga adalah tahap pengetahuan ilmiah, (ilmu) dimana asas-asas yang dipergunakan diuji secara positif  dalam proses verifikasi yang obyektif.” (hal. 25).


Karakteristik berpikir “filsafat” dijelaskan dalam buku ini, yaitu:  pertama, menyeluruh; kedua, mendasar; ketiga, spekulatif.  Tentang bidang telaah filsafat, ditulis dalam buku ini: “Selaras dengan dasarnya yang spekulatif, maka dia menelaah segala masalah yang mungkin dapat dipikirkan oleh manusia. Sesuai dengan fungsinya sebagai pionir dia mempermasalahkan hal-hal yang pokok: terjawab masalah yang satu, dia pun mulai merambah pertanyaan lain.”  (hlm. 23-25).

 Ada lagi sebuah buku berjudul “Filafat Ilmu”  yang disusun Tim Dosen Filsafat Ilmu sebuah Universitas terkenal di Yogyakarta (1996, cetakan pertama). Ditulis dalam pendahuluan buku ini:

“Ada beberapa pendekatan yang dipilih manusia untuk memahami, mengolah, dan menghayati dunia beserta isinya. Pendekatan-pendekatan tersebut adalah filsafat, ilmu pengetahuan, seni, dan agama. Filsafat adalah usaha untuk memahami atau mengerti dunia dalam hal makna dan nilai-nilainya… Filsafat berusaha untuk menyatukan hasil-hasil ilmu dan pemahaman tentang moral, estetika, dan agama. Para filsuf telah mencari suatu pandangan tentang hidup secara terpadu, menemukan maknanya serta mencoba memberikan suatu konsepsi yang beralasan tentang alam semesta dan tempat manusia di dalamnya. (Yogyakarta: Liberty, 1996), hlm. 1.)

****

Itulah beberapa contoh materi kuliah Filsafat Ilmu yang diajarkan kepada para mahasiswa. Jika ditelaah beberapa uraian pada dua buku “Filsafat Ilmu” tersebut, akan dijumpai problematika yang serius. Teori positivisme Comte – dalam perspektif Islam – jelas sangat bermasalah. Sebab, ia meletakkan agama sebagai jenis pengetahuan yang paling primitif dan akan punah saat manusia memasuki era positivisme atau empirisisme, dimana yang diakui sebagai ilmu hanyalah pengetahuan yang didapat dari  panca indera manusia.  Teori Comte ini pun sekarang tak terbukti. Sebab, manusia – di Barat dan di Timur – di tengah perkembangan yang fantastis dari sains dan teknologi tetap memegang kepercayaan pada hal-hal yang metafisik dan juga agama. Di negara-negara Barat sendiri, banyak manusia percaya kepada “dukun ramal” (fortune teller).

Juga, faktanya, saat ini, dunia ilmu pengetahuan pun sudah menerima kebenaran di luar positivisme. Seorang mahasiswa tidak mungkin mengklarifikasi semua pernyataan keilmuan yang diajarkan kepadanya oleh dosennya. Misalnya, saat dosen menjelaskan, bahwa kecepatan cahaya adalah sekitar 270.000 km/detik, maka si mahasiswa hanya diminta untuk percaya, tanpa perlu membuktikan secara empiris. Ketika si dosen menjelaskan, bahwa suatu rumus adalah rumus buatan Phytagoras, maka si mahassiwa juga harus percaya saja, dan tidak mungkin membuktikan secara empiris.

Bahkan, seorang Profesor filsafat akan puas menjadi “muqallid” (pentaqlid);  hanya percaya saja kepada segala macam penjelasan pramugari, saat bepergian menggunakan pesawat terbang. Ia begitu mudah percaya  kepada orang yang mungkin sama sekali tidak pernah dikenalinya. Ia percaya kepada orang yang dikatakan sebagai pilot, meskipun ia sama sekali tidak kenal. Sang profesor tadi juga tidak minta pembuktian, apa benar pilot pesawat itu, benar-benar seorang pilot. Ia hanya percaya pada cerita orang yang mungkin tak dikenalnya. Alhasil, si professor menerima “kebenaran ilmiah”, bukan berdasarkan metode empiris, tetapi menerima kebenaran ilmiah dari jalur pemberitaan. Inilah yang dalam konsep epistemologi Islam disebut sebagai jalur kebenaran ilmiah melalui “khabar shadiq” (true report).

Bagi seorang Muslim, pengetahuan yang didapat dari jalur khabar shadiq ini juga merupakan ilmu. Sebab, ia diperoleh dari sumber-sumber terpercaya, semisal al-Quran dan hadits Nabi Muhammad SAW.  Ilmu yang diraih dari jalur khabar shadiq ini juga diterima secara universal. Misal, dalam soal pengakuan anak terhadap kedua orang tuanya.  Sangat jarang terjadi, ada anak yang meminta pembuktian secara rasional dan empiris berkenaan dengan status hubungannya dengan kedua orang tuanya. Misalnya, anak meminta bukti ilmiah berupa tes DNA. Kita biasanya menerima saja cerita-cerita dari orang yang kita percayai, bahwa orang tua kita adalah A dan B. Pengetahuan semacam ini – dalam konsep epistemologi Islam – juga disebut sebagai “ilmu”, yang juga diraih dengan metode ilmiah.

Karena itu, dalam perspektif Islam, tidaklah tepat jika dikatakan, suatu ilmu hanya dapat diraih dari metode empiris dan rasional.  Pengetahuan tentang Allah, tentang para Nabi, tentang akhirat, tentang keutamaan bulan Ramadhan, keutamaan ibadah haji, dan sebagainya, juga dikatakan sebagai “ilmu” sebab didapatkan dari sumber-sumber terpercaya (khabar shadiq), meskipun hal itu di atas jangkauan akal (supra rasional).  Masalah “cara-cara meraih ilmu” (epistemologi) saat ini telah banyak dibahas oleh para pakar keilmuan Islam.

Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud, Direktur Center for Advanced Studies on Islam, Science, and Civilization -- Universiti Teknologi Malaysia, dalam makalahnya yang berjudul Konsep Ilmu dalam Tinjauan Islam, menjelaskan, bahwa dalam Tradisi Islam,  ilmu  pengetahuan tiba melalui pelbagai saluran, yaitu pancaindera (al-hawass al-khamsah), akal fikiran sihat (al-’aql al-salim), berita yang benar (al-khabar al-sadiq), dan intuisi (ilham).

Tentang akal fikiran sehat, Prof. Wan Mohd Nor menjelaskan, bahwa aspek akal manusia merupakan saluran penting yang dengannya diperoleh ilmu pengetahuan tentang sesuatu yang jelas, yaitu perkara yang dapat difahami dan dikuasai oleh akal, dan tentang sesuatu yang dapat dicerap dengan indera.   Akal fikiran (al-’Aql) bukan hanya rasio. Akal adalah “fakultas mental” yang mensistematisasikan dan mentafsirkan fakta-fakta empiris menurut kerangka logika, yang memungkinkan pengalaman inderawi menjadi sesuatu yang dapat difahami. Akal adalah entitas spiritual yang rapat dengan hati (al-qalb), yaitu menjadi tempat intuisi. Dengan demikian, akal adalah perantara yang menghubungkan akal-fikiran dengan intuisi.

“Oleh sebab itu, sesiapa yang membatasi fungsi akal-fikiran sebagai aspek yang rasional dan dapat dicerap oleh indera, maka ia telah menyelewengkan akal fikiran daripada kualiti yang sebenarnya dan, dengan demikian, menjadikan akal fikirannya tidak sihat. Perlu diketahui bahwa hati yang dikatakan sebagai sumber intuisi bukanlah hati fisik, melainkan realiti yang terdapat di alam roh yang menggunakan semua daya yang lain sebagai instrument,” tulis Prof. Wan Mohd Nor.

‘Berita yang benar’,  jelas Prof. Wan Mohd Nor,  adalah sumber lain ilmu pengetahuan yang terdiri daripada dua jenis. Jenis yang pertama adalah berita yang terbukti secara terus-menerus dan disampaikan oleh mereka yang kebaikan akhlaknya tidak mengizinkan akal fikiran kita untuk membayangkan bahwa mereka akan melakukan dan menyebarkan kesalahan. Hadis mutawatir adalah contoh yang sangat tepat tentang jenis berita ini. Kesepakatan umum para ahli, ilmuwan, dan sarjana juga dianggap sebagai bahagian daripada jenis ini. Meskipun memiliki autoriti, kesepakatan tersebut masih dapat dipersoalkan menurut kaedah rasional dan empirikal, sebagaimana yang terjadi dalam kes laporan sejarah, geografi, dan sains. Jenis yang kedua adalah berita mutlak, yang dibawa oleh Nabi berdasarkan wahyu.

Demikian paparan Prof. Wan Mohd Nor tentang sumber-sumber ilmu dalam Islam, yang tidak membatasi hanya dari sumber panca indera (empiris) dan akal (rasional). Pandangan Islam tentang sumber ilmu – yang bisa disebut sebagai metode ilmiah – ini berbeda dengan penjelasan pada sebagian buku Filsafat Ilmu dan Metode Penelitian sekular yang membatasi kategori “ilmiah” hanya pada hal-hal yang rasional dan empiris.  (Dikutip dari Makalah yang pernah dibentangkan oleh Prof Wan Mohd Nor Wan Daud saat bertindak sebagai Pembicara Utama dalam Workshop Dasar-Dasar Epistemologis Dalam Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, Indonesia, 11 April 2005. Dengan sedikit editing, makalah ini telah dipublikasikan di Jurnal Ta’dibuna, Jurnal Program Doktor Pendidikan Islam, UIKA Bogor, Nomor 2, Vol. I, 2012.)

****

Konsep ilmu dalam Islam itu berbeda dengan banyak buku Filsafat Ilmu yang kini diajarkan kepada para mahasiswa. Dalam buku “Filsafat Ilmu” yang telah disebut terdahulu, dinyatakan: “Dapat disimpulkan bahwa ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang disusun secara konsisten dan kebenarannya telah diuji secara empiris. Dalam hal ini harus disadari bahwa proses pembuktian dalam ilmu tidaklah bersifat absolut…. Ilmu tidak bertujuan untuk mencari kebenaran absolut melainkan kebenaran yang bermanfaat bagi manusia dalam tahap perkembangan tertentu.”  (1995:131-132).

Jika konsep dan definisi “ilmu” itu diterapkan untuk Ilmu Ushuluddin, Ilmu Tafsir al-Quran, atau Ilmu Ushul Fiqih, maka akan menimbulkan kerancuan yang sangat serius. Sebab, pengetahuan bahwa Allah itu Satu adalah ilmu yang mutlak yang didasarkan pada sumber yang mutlak benar, yaitu al-Quran. Begitu juga ilmu tentang keharaman babi, zina, dan khamr, adalah ilmu yang mutlak juga.  Penafsiran bahwa Nabi Isa a.s. tidak wafat di tiang salib, juga merupakan ilmu yang mutlak benarnya, yang tidak akan berubah sampai Akhir Zaman.

Adalah sangat keliru jika orang belajar ilmu bukan untuk meyakini kebenaran suatu ajaran, atau bahkan tidak ditujukan untuk mengenal Tuhan yang sebenarnya. Prof. Wan Mohd Nor, dalam makalahnya yang dirujuk pada bagian terdahulu, menjelaskan, bahwa dari segi  linguistik, perkataan ‘ilm berasal daripada akar kata ‘ain-lam-mim yang diambil daripada perkataan ‘alamah, yaitu “tanda, penunjuk, atau petunjuk yang dengannya sesuatu atau seseorang dikenal; kognisi atau label; ciri; petunjuk; tanda”.  Dengan demikian, ma’lam (jamak: ma’alim) berarti “tanda jalan” atau “sesuatu yang dengannya seseorang membimbing dirinya atau sesuatu yang membimbing seseorang”. Seiring dengan itu, ‘alam juga dapat diartikan sebagai “penunjuk jalan”.  Maka bukan tanpa alasan jika penggunaan istilah Ć¢yah (jamak: ayat) dalam al-Qur’an yang secara literal berarti “tanda” merujuk pada ayat-ayat al-Qur’an dan fenomena alam.

Demikian, penjelasan Prof. Wan Mohd Nor. Dan memang, kata ilmu, alam, dan ‘ilm (‘ilm dengan makna “yakin”), memiliki akar kata yang sama. Ini menarik, karena “alam” jika dipahami sebagai ayat Allah, maka akan menghasilkan ilmu yang mengantarkan manusia kepada keyakinan pada Allah SWT. Karena itulah, Allah SWT memperingatkan bahwa nanti di akhirat, neraka jahanam akan dijejali dengan manusia-manusia dan jin yang mereka memiliki mata tetapi tidak sampai dapat memahami ayat-ayat Allah; juga telinga dan akal mereka tak sampai mengantarkan mereka kepada pemahaman dan keimanan kepada Allah. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat. (QS al-A’raf: 179).

Orang yang berilmu diletakkan pada derajat yang tinggi, karena dengan ilmunya itu dia mengenal Tuhannya dan mengenal agama Tuhan yang sebenarnya. ”Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan demikian). Tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan (’ilm) kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) diantara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (QS 3:18-19).

Tentu, agar manusia menjadi mulia, tidak boleh ia sembarangan menerima ilmu. Ilmu-ilmu yang baiklah yang perlu dipelajari. Sebab, ilmu-ilmu yang baik itulah yang akan mengantarkan manusia kepada keimanan dan kebahagiaan. Sangatlah keliru, jika manusia justru bangga dengan ilmu yang mengantarkan kepada keraguan dan pengingkaran kepada al-Khaliq. Imam Malik rahimahullah berkata: “Haqqun ‘alaa man thalaba al-ilma an-yakuuna lahuu waqaarun wa-sakiinatun wa-khasyyatun.” (Orang yang mencari ilmu seharusnya memiliki sifat ketenangan, ketenteraman, dan rasa takut kepada Allah SWT). (Dikutip dari buku, Mengapa Saya Harus Mondok, terbitan Pesantren Sidogiri, Pasuruan,  1431 H).

Karena begitu penting dan strategisnya kedudukan ilmu dalam Islam, maka seyogyanya Perguruan Tinggi tidak lagi mengajarkan mata kuliah Filsafat Ilmu yang sekular, yang menafikan wahyu sebagai sumber ilmu. Kini, menjadi tugas berat dan mulia bagi para cendekiawan Muslim untuk merumuskan mata kuliah Filsafat Ilmu yang benar. Wallaahu a’lam bil-shawab
Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk penjajahan sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian direproduksi agar seolah-olah menjadi nyata oleh Barat, maka Dracula merupakan kebalikannya, tokoh nyata yang direproduksi menjadi fiksi. Bermula dari novel buah karya Bram Stoker yang berjudul Dracula, sosok nyatanya kemudian semakin dikaburkan lewat film-film seperti Dracula’s Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Horror of Dracula (1958), Nosferatu (1922)—yang dibuat ulang pada tahun 1979—dan film-film sejenis yang terus-menerus diproduksi.

Lantas, siapa sebenarnya Dracula itu?
Dalam buku berjudul "Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib" karya Hyphatia Cneajna ini, sosok Dracula dikupas secara tuntas. Dalam buku ini dipaparkan bahwa Dracula merupakan pangeran Wallachia, keturunan Vlad Dracul. Dalam uraian Hyphatia tersebut sosok Dracula tidak bisa dilepaskan dari menjelang periode akhir Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ottoman (sebagai wakil Islam) dan Kerajaan Honggaria, (sebagai wakil Kristen) semakin memanas. Kedua kerajaan tersebut berusaha saling mengalahkan untuk merebutkan wilayah-wilayah yang bisa dikuasai, baik yang berada di Eropa maupun Asia. Puncak dari peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel, benteng Kristen, ke dalam penguasaan Kerajaan Turki Ottoman.

Dalam babakan Perang Salib di atas, Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib. Dalam perang inilah Dracula banyak melakukan pembantaian terhadap umat Islam. Hyphatia memperkirakan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 ribu umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara—yang cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab—yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula. Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala. Sebagai gambaran bagaimana situasi ketika penyulaan berlangsung penulis mengutip pemaparan Hyphatia:

"Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulai. Para prajurit melakukan perintah tersebut dengan cekatan seolah robot yang telah dipogram. Begitu penyulaan dimulai lolong kesakitan dan jerit penderitaan segera memenuhi segala penjuru tempat itu. Mereka, umat Islam yang malang ini sedang menjemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami."

Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tetang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut: "Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis lagi karena mereka langsung sekarat begitu ujung sula menembus perut mungilnya. Tubuh-tubuh para korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajal."


Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi karena dua sebab. Pertama, pembantaian yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak bisa dilepaskan dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengorek-ngorek pembantaian Hilter dan Pol Pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin menang sendiri. Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula maka dia akan selalu dilindungi nama baiknya. Dan, sampai saat ini di Rumania, Dracula masih menjadi pahlawan. Sebagaimana sebagian besar sejarah pahlawan- pahlawan pasti akan diambil sosok superheronya dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya.


Guna menutup kedok kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula. Seperti yang telah dipaparkan di atas, baik lewat karya fiksi maupun film, mereka berusaha agar jati diri dari sosok Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui usaha Barat untuk mengubah sosok Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari seberapa banyak masyarakat—khususnya umat Islam sendiri—yang mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula. Bila jumlah mereka dihitung bisa dipastikan amatlah sedikit, dan kalaupun mereka mengetahui tentang Dracula bisa dipastikan bahwa penjelasan yang diberikan tidak akan jauh dari penjelasan yang sudah umum selama ini bahwa Dracula merupakan vampir yang haus darah.

Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah umum diketahui bahwa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak bisa dilepaskan dari dua benda, "bawang putih" dan "salib". Konon kabarnya hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan bisa dikalahkan. Menurut Hyphatia pengunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus pahlawan dari musuh mereka—pahlawan dari pihak Islam—dan sekaligus untuk menunjukkan superioritas mereka.

Siapa pahlawan yang berusaha dihapuskan oleh Barat tersebut? Tidak lain Sultan Mahmud II (di Barat dikenal sebagai Sultan Mehmed II). Sang Sultan merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk Dracula. Dialah yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danau Snagov. Namun kenyataan ini berusaha dimungkiri oleh Barat. Mereka berusaha agar merekalah yang bisa mengalahkan Dracula. Maka diciptakanlah sebuah fiksi bahwa Dracula hanya bisa dikalahkan oleh salib. Tujuan dari semua ini selain hendak mengaburkan peranan Sultan Mahmud II juga sekaligus untuk menunjukkan bahwa merekalah yang paling superior, yang bisa mengalahkan Dracula si Haus Darah. Dan, sekali lagi usaha Barat ini bisa dikatakan berhasil.

Selain yang telah dipaparkan di atas, buku ini juga memuat hal-hal yang selama ini tersembunyi sehingga belum banyak diketahui oleh masyarakat secara luas. Misalnya tentang kuburan Dracula yang sampai saat ini belum terungkap dengan jelas, keturunan Dracula, macam-macam penyiksaan Dracula dan sepak terjang Dracula yang lainnya.

Sebagai penutup tulisan ini penulis ingin menarik suatu kesimpulan bahwa suatu penjajahan sejarah tidak kalah berbahayanya dengan bentuk penjajahan yang lain: politik, ekonomi, budaya, dll. Penjajahan sejarah ini dilakukan secara halus dan sistematis, yang apabila tidak jeli maka kita akan terperangkap di dalamnya. Oleh karena itu, sikap kritis terhadap sejarah merupakan hal yang amat dibutuhkan agar kita tidak terjerat dalam penjajahan sejarah. Sekiranya buku karya Hyphatia ini—walaupun masih merupakan langkah awal—bisa dijadikan pengingat agar kita selalu kritis terhadap sejarah karena ternyata penjajahan sejarah itu begitu nyata ada di depan kita. [*]
Jawa (Peradaban Atlantis) dikaitkan dengan kiprah Bani Israel, ada fakta yang menarik apabila anda berkunjung ke situs resmi Israel misalnya di Kantor Perdana Menteri Israel dan Kantor Kedubes Israel di seluruh dunia terpampang nama Ibukota Israel : JAVA TEL AVIV / JAWA TEL AVIV, dan MAHKOTA RABBI YAHUDI yang menjadi imam Sinagog pake gambar RUMAH JOGLO JAWA. Dengan demikian apakah Bani Israel merasa menjadi keturunan Jawa ? Yang disebut Jawa adalah seluruh Etnik Nusantara yang dulunya penghuni Benua Atlantis sebelum dikirim banjir besar oleh Allah SWT, setelah banjir besar benua ini pecah menjadi 17.000 pulau yang sekarang disebut Indonesia, hanya beberapa etnik yang masih tersisa, selebihnya menjadi cikal bakal bangsa2 dunia antara lain bangsa India, Cina ( termasuk Jepang ), Eropa, Israel, Arab, dan Indian ( silahkan baca hasil penelitian Prof. Santos selama 30 tahun tentang Benua Atlantis terbitan Gramedia ).


Dalam bahasa Jawi Kuno, arti jawa adalah moral atau akhlaq, maka dalam percakapan sehari-hari apabila dikatakan seseorang dikatakan : “ora jowo” berarti “tidak punya akhlaq atau tidak punya sopan santun”, sebutan jawa ini sejak dulunya dipakai untuk menyebut keseluruhan wilayah nusantara, penyebutan etnik2 sebagaimana berlaku saat ini adalah hasil taktik politik de vide et impera para penjajah. Sejak zaman Benua Atlantis, Jawa memang menjadi pusat peradaban karena dari bukti2 fosil manusia purba di seluruh dunia sebanyak 6 jenis fosil, 4 diantaranya ditemukan di Jawa.

Menurut “mitologi jawa” yang telah menjadi cerita turun temurun, bahwa asal usul bangsa Jawa adalah keturunan BRAHMA DAN DEWI SARASWATI dimana salah satu keturunannya yang sangat terkenal dikalangan Guru Hindustan (India) dan Guru Budha (Cina) adalah Bethara Guru Janabadra yang mengajarkan “ILMU KEJAWEN”. Sejatinya “Ilmu Kejawen” adalah “Ilmu Akhlaq” yang diajarkan Nabi Ibrahim AS yang disebut dalam Alqur’an “Millatu Ibrahim” dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam wujud Alqur’an dengan “BAHASA ASLI (ARAB)”, dengan pernyataannya “tidaklah aku diutus, kecuali menyempurnakan akhlaq”.

Dalam buku kisah perjalanan Guru Hindustan di India maupun Guru Budha di Cina, mereka menyatakan sama2 belajar “Ilmu Kejawen” kepada Guru Janabadra dan mengembangkan “Ilmu Kejawen” ini dengan nama sesuai dengan asal mereka masing2, di India mereka namakan “Ajaran Hindu”, di Cina mereka namakan “Ajaran Budha”. Dalam sebuah riset terhadap kitab suci Hindu, Budha dan Alqur’an, ternyata tokoh BRAHMA sebenarnya adalah NABI IBRAHIM, sedang DEWI SARASWATI adalah DEWI SARAH yang menurunkan bangsa2 selain ARAB. Bukti lain bahwa Ajaran Budha berasal dari Jawa adalah adanya prasasti yang ditemukan di Candi2 Budha di Thailand maupun Kamboja yang menyatakan bahwa candi2 tsb dibangun dengan mendatangkan arsitek dan tukang2 dari Jawa, karena memang waktu itu orang Jawa dikenal sebagai bangsa tukang yang telah berhasil membangun “CANDI BOROBUDUR” sebagai salah satu keajaiban dunia.

Ternyata berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, bahwa sebenarnya “CANDI BOROBUDUR” adalah bangunan yang dibangun oleh “TENTARA NABI SULAIMAN” termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur’an sebagai “ARSY RATU SABA”, sejatinya PRINCE OF SABA atau “RATU BALQIS” adalah “RATU BOKO” yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara patung2 di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting ( perhatikan patung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ).

Hasil riset tsb juga menyimpulkan bahwa “SUKU JAWA” disebut juga sebagai “BANI LUKMAN” karena menurut karakternya suku tsb sesuai dengan ajaran2 LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur’an. Perlu diketahui bahwa satu2nya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU yaitu Sukarno, Suharto, dan Susilo serta meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Jawa Tengah. Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud yang dikatakan didalam Alqur’an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA” , menurut Dr. Daoed Yoesoef nama Syailendra berasal dari kata saila dan indra, saila = gunung dan indra = raja.

Jadi sebenarnya Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina bukan keturunan Israel asli yang hanya terdiri 12 suku, tapi mereka menamakan diri suku ke 13 yaitu Suku Khazar (yg asalnya dari Asia Tengah) hasil perkawinan campur Bani Israel yang mengalami diaspora dengan penduduk lokal, posisi suku Khazar ini mayoritas di seluruh dunia. Sedang Yahudi asli Telah menghilang yg dikenal sebagai suku-suku yg hilang "The Lost Tribes" yang mana mereka pergi ke timur dan banyak yg menuju ke “THE PROMISED LAND” yaitu Indonesia.
10. Popobawa
Popobawa adalah mahluk bermata satu dan memiliki penis yang besar. Konon mahluk ini suka menguntit pria dan wanita di Zanzibar, Afrika. Mahluk ini bisa berubah wujud, bisa menjadi hewan maupun manusia. Mahluk ini biasanya mengincar dan menyodomi para mangsanya pada malam hari, dan tidak membeda-bedakan pria, wanita, maupun anak-anak.
9. Trauco and La Fiura
Mahluk ini berasal dari ChiloƩ, sebuah pulau di Chile bagian selatan. Mahluk ini punya kekuatan dengan tatapan mata untuk melumpuhkan para wanita sebelum berhubungan seks dengan mereka. Mahluk ini digambarkan bertampang jelek dan berbentuk seperti goblin dengan memakai penutup kepala dan jubah. Mahluk ini berkomunikasi dengan berdengus. Beberapa laporan mengatakan, mahluk ini juga tidak perlu berhubungan langsung dengan korbannya, tapi cukup dengan tatapan matanya bisa membuat para korbannya hamil.

8. Succubus and Incubus

Succubus adalah setan wanita berparas menarik yang bisa menggoda para pria untuk berhubungan seks dengannya. Konon mahluk ini diyakini sebagai refleksi dosa manusia yang berhubungan dengan seks terhadap wanita.
Incubus adalah versi pria dari Succubus. Incubus akan menguras tenaga dan menyerap energi para korbannya. Berbeda dengan Succubus, Incubus menghamili korbannya dengan benih Incubus. Dan kelak begitu bayinya lahir, bayi tersebut tidak memiliki denyut dan tidak bernafas. Barulah setelah berusia 7 tahun, bayinya menjadi normal dan menarik serta memiliki kecerdasan tinggi. Menurut legenda, penyihir Merlin diyakini adalah hasil dari hubungan antara Incubus dan manusia.
7. Encantado
Di Brazil, daerah hutan Amazon, ikan lumba-lumba di sungai Boto dipercaya memiliki kekuatan berubah wujud. Mahluk yang bisa menjelma menjadi seorang pria tampan itu disebut Encantado. Encantado akan mengajak wanita ke sungai, dan berubah wujud kembali menjadi ikan lumba-lumba, kemudian menghamili wanita itu. Para wanita muda setempat mewaspadai setiap pria yang memakai topi, karena menurut legenda, Encantado selalu memakai topi untuk menutupi rupa aslinya.
6. Lilu
Dalam cerita rakyat Yahudi, Lilu adalah setan yang suka mengunjungi wanita di saat tidur. Versi wanita dari Lilu adalah Lili. Para setan ini merupakan sumber kekawatiran para ibu karna mereka juga dikenal suka menculik anak-anak. Lilu dan Lili suka mengunjungi para korbannya pada malam hari untuk menghasilkan benih keturunan demi kelanjutan ras mereka.
5. Liderc
Di daerah utara Hungaria, konon dikenal mahluk yang disebut Liderc. Mahluk itu menetas dari telur ayam hitam, dan sering disembunyikan di kantong. Mahluk ini masuk ke rumah korbannya melalui lobang kunci. Begitu masuk, mahluk ini berubah wujud menjadi manusia yang dimiripkan dengan kerabat korbannya. Mahluk ini memperkosa korbannya dan setelah itu membuat rumahnya menjadi sangat kotor sebelum pergi. Beberapa laporan mengatakan, kadang Liderc menjadi betah dengan korbannya dan tidak mau melepaskannya. Sampai hari ini, sudah menjadi kebiasaan bagi anak-anak di Hungaria untuk menginjak dan memecahkan telur yang keluar dari ayam hitam agar terhindar dari mahluk itu.
4. Orang Minyak
Di tahun 1960, banyak para wanita mengalami pemerkosaan di beberapa tempat di Malaysia. Pelakunya digambarkan sebagai orang telanjang, dan seluruh tubuhnya dilumuri dengan minyak. Beberapa orang berkata, bahwa Orang Minyak tidak bisa dilihat oleh perempuan yang sudah tidak perawan. Di masa kepanikan itu, banyak para wanita muda mulai memakai baju berkeringat dan bau untuk mengecoh agar Orang Minyak mengira mereka adalah pria. Beberapa spekulasi mengatakan, bahwa Orang Minyak hanyalah manusia penjahat biasa yang melumuri badannya dengan minyak agar susah ditangkap dan juga sebagai kamuflase di malam hari.
3. Alp
Legenda ini berasal dari cerita rakyat dari Jerman. Alp adalah mahluk yang bentuknya kecil seperti kurcaci yang memasuki tubuh korbannya melalui lubang hidung, mulut, atau vagina. Begitu masuk, maka Alp punya kemampuan untuk mengendalikan mimpi si korban dan menciptakan mimpi buruk. Para korbannya akan merasa seperti tidak bernafas begitu sudah bangun.
2. Malaikat (Barat)
Menurut kitab Yahudi, Nephilim adalah ras raksasa hasil dari hubungan antara Malaikat dan manusia. Menurut cerita, bahwa dahulu para petinggi Malaikat turun ke bumi untuk mengajarkan manusia tentang kebaikan. Dan setelah berabad-abad, banyak dari Malaikat tersebut yang tertarik pada wanita di bumi dan melakukan hubungan seks sehingga menghasilkan Nephilim. Seiring waktu, Nephilim ternyata bisa melakukan kejahatan dan dosa yang besar. Melihat hal itu, Tuhan murka dan memerintahkan Malaikat Gabriel untuk memerangi mereka sampai punah.
1. Alien
Menurut isu yang beredar, sudah banyak kasus-kasus penculikan oleh alien, dan banyak dari mereka mengaku berhubungan seks dengan alien. Seorang pria dari desa di Brazil bernama Antonio, pada tahun 1957, dia mengaku diculik oleh alien dan ditempatkan di ruangan yang di dalamnya terdapat seorang wanita cantik dan dia dipaksa berhubungan seks dengannya. Howard Menger mengaku sering berhubungan seks dengan Marla, seorang wanita cantik berambut pirang berusia 500 tahun dari luar angkasa. Pada tahun 1970, seorang gadis berumur 19 tahun mengaku pernah diperkosa oleh 6 mahluk berwarna biru dan berkaki seperti manusia. Dia diperkosa setelah menyaksikan pesawat luar angkasa mereka mendarat.
Akibat kurangnya bukti-bukti mengenai hal tersebut, banyak pihak yang mengabaikan laporan-laporan seperti itu dan malah menganganggap bahwa klaim-klaim tentang alien semacam itu merupakan halusinasi orang-orang tersebut.
Masalah yang paling menonjol dalam pemeliharaan ayam kampung adalah tingginya tingkat kematian anak ayam ketika berumur dibawah 2 bulan. Penyebab utamanya adalah serangan penyakit. Setelah melewati umur 2 bulan biasanya ayam kampung lebih tahan terhadap serangan penyakit dibandingkan dengan ayam ras meski demikian, masih terdapat kemungkinan ayam dewasa juga terserang penyakit oleh karena itu tetap diperlukan pemeliharaan yang baik serta melakukan pencegahan terhadap penyakit. Selain karena penyakit penyebab kematian ayam bisa disebabkan oleh pengaruh pakan dan lingkungan yang kurang memadai. Berikut ini beberapa penyakit yang sering menyerang dan berbahaya serta penyebab lainnya yang sering mengganggu pertumbuhan ayam kampung
A.Tetelo/new castle disease
Penyakit ini merupakan penyakit yang paling ditakuti oleh peternak.Serangannya terjadi secara mendadak tingkat penularannya sangat tinggi dan tingkat kematian yang ditimbulkannya juga cukup tinggi. Yang sangat mengkhawatirkan adalah tidak ada obat yang efektif.Untuk mengobati ayam yang terkena penyakit ini satu satunya cara yang dapat dioptimalkan adalah melalui upaya pencegahan
1.Gejala
Gejala yang umum dari penyakit ini diawali dengan gangguan pernapasan seperti megap megap seakan akan tercekik, sesak napas, ngorok, dan batuk batuk. Gejala selanjutnya adalah jengger dan kepalanya menjadi kebiru biruan sayap terkulai, lesu,nafsu makan berkurang, beraknya encer berwarna kehijauan,otot tubuh gemetar,dan bisa menyebabkan kelumpuhan. Selain itu ayam akan mengalami gangguan saraf yang dapat menyebabkan kejang kejang serta leher terpuntir.Pada ayam petelur,produksinya langsung turun drastis dalam waktu yang relatif singkat
Bentuk Gejala penyakit ini dipengaruhi oleh tingkat keganasan virus yang menyerang dan terbagi dalam 3 tipe dibawah ini
a.Tipe ganas (velogenik):hampir semua gejala diatas tampak dan tingkat kematiannya mencapai 80-100%
b.Tipe sedang (mesogenik):gejalanya berupa gangguan pernapasan dan saraf, pada ayam muda tingkat kematiannya mencapai 10% sementara pada ayam dewasa jarang terjadi kematian
c.Tipe lemah (lentogenik):gejalanya tidak terlalu nyata, namun ada sedikit gangguan pernapasan dan penurunan produksi telur, kualitas kulit telur menjadi jelek
2. Penyebab
Penyakit ini disebabkan oleh virus paramyxo yang keganasannya bervariasi dari sangat tinggi (velogenik),sedang(mesogenik)dan rendah (lentogenik)
Pengendalian
Penyakit tetelo tidak dapat diobati. Oleh karena itu ayam yang sudah terserang penyakit ini sebaiknya segera dimusnahkan karena mudah menulari ayam yang lainnya. Pengendalian yang terbaik adalah dengan cara vaksinasi untuk mendapatkan kekebalan penyakit ND. Jenis vaksin yang dapat digunakan dijual dalam berbagai merek dagang seperti vaksin Strain F, Strain K,atau Lasota. Mengingat pentingnya usaha pencegahan penyakit ini berikut disajikan teknis melakukan vaksinasi.
Untuk memudahkan ingatan tentang pemberian vaksin ND biasanya waktu pemberian vaksin dikenal dengan istilah vaksin ND Pola 4-4-4.Maksudnya vaksin ND diberikan pada ayam yang berumur 4 hari, 4 minggu, 4 bulan dan seterusnya dilakukan 4 bulan sekali
Pemberian vaksin ND pada anak ayam yang berumur 4 hari bisa dilakukan dengan cara tetes mata atau tetes mulut. Pemberian vaksin melalui tetes mata atau tetes mulut biasanya dilakukan dengan menggunakan pipet tetes. Tetes mata dilakukan dengan meneteskan vaksin pada kedua mata, masing-masing 1 tetes. Sementara itu, tetes mulut dilakukan dengan meneteskan 2 tetes vaksin ke mulutnya.
Pemberian vaksin untuk ayam yang berumur 4 minggu dan 4 bulan dilakukan dengan sistem penyuntikan. Sebelum penyuntikan vaksin sebaiknya diencerkan dahulu. Di poultry shop biasanya vaksin dijual dalam 3 kemasan dengan petunjuk penggunaan masing-masing, yaitu:
1.       1 ampul untuk 100 ekor ayam
2.       1 ampul untuk 500 ekor ayam
3.       1 ampul untuk 1.000 ekor ayam
Dalam membeli vaksin dipilih kemasan yang sesuai dengan kebutuhan sebab vaksin ND harus dihabiskan dalam 1 kali pemakaian.
Pengenceran vaksin dilakukan dengan cara menyampur vaksin tersebut dengan aquades. Misalnya terdapat 100 ekor ayam yang akan diberi vaksin ND, kemasan vaksin ND yang dibutuhkan adalah 1 ampul. Kemudian jumlah (cc) aquades yang dicampurkan akan menentukan jumlah (cc) suntikan vaksin untuk tiap ekor ayam. Dengan demikian, penghitungan jumlah (cc) suntikan yang diberikan pada setiap ekor ayam adalah:
 20 cc      x 1 cc=0,2 cc
100 ekor




Alat suntik yang digunakan (spuit) biasanya bervariasi berdasarkan daya tampungnys, misalnya daya tampung 1 cc,3 cc atau 6 cc. Dengan demikian, daya tampung spuit yang digunakan juga mempengaruhi jumlah ayam yang disuntik untuk satu kali pengisian spuit.Misalnya, jika vaksin yang telah dicampur dengan 20 cc aquades diatas menggunakan alat suntik yang berdaya tampung 1 cc maka satu kali pengisian spuit dapat digunakan untuk menyuntik 5 ekor ayam dengan perhitungannya adalah:
1cc     x1 ekor=5 ekor
0,2 cc
Dengan cara perhitungan yang sama dapat diketahui jumlah ayam yang disuntikkan bila menggunakan spuit berdaya tampung 3 cc dan 6 cc.Jika digunakan alat suntik berdaya tampung 3 cc, satu kali pengisian spuit dapat dipergunakan untuk menyuntik 15 ekor ayam.sementara itu, alat suntik yang berdaya tampung 6 cc dapat dipergunakan untuk 30 ekor ayam.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan vaksinasi adalah sebagai berikut:
  1. Usahakan penyimpanan vaksin dalam suhu yang dingin,misalnya dalam kulkas,dalam termos es, atau tempat yang diberi es balok
  2. Usahakan peralatan maupun wadah dalam keadaan steril yaitu dengan mencucinya dalam air panas
  3. Usahakan jangan melakukan vaksinasi pada saat matahari bersinar cukup panas. Lebih baik dilakukan pada saat turun hujan atau pada pagi dan sore hari.Sebelum dilakukan vaksinasi sebaiknya ayam diberikan makan terlebih dahulu
  4. Ayam yang akan divaksinasi harus dalam keadaan sehat
Untuk mempermudah pelaksanaan vaksinasi (terutama penyuntikan) sebaiknya ditangani oleh sedikitnya dua orang. Cara melakukan vaksinasi diperinci sebagai berikut:
1.Siapkan vaksin,aquades,alat suntik(spuit),air panas dan wadah yang bersih
2.Spuit disterilkan dengan menyedot air panas dan membuangnya 3-4 kali.
3.Campurkan vaksin dan aquades dengan cara menyedot vaksin dengan memakai spuit kemudian dimasukkan ke dalam tabung aquades
4.Tabung tersebut digoyang-goyangkan agar vaksinnya tercampur dengan rata
5.Spuit diisi dengan campuran vaksin yang telah diencerkan sesuai dengan daya tampung spuitnya
6.Jika dilakukan oleh dua orang,kaki dan sayap ayam dipegang oleh satu orang.Cara memegang ayam dapat dilakukan dengan dua cara, yakni posisi terlentang dan posisi miring.Kemudian satu orang lagi menyuntikkan jarum spuit yang berisi vaksin ke daging atau otot dada ayam dengan kemiringan 30°-40°.Usahakan jangan sampai menyentuh bagian tulang ayam
7.Jika dilakukan oleh satu orang.Kedua kaki ayam dipegang dengan tangan kiri,sedangkan sayapnya dijepit oleh pangkal lengan atau ketiak. Kemudian tangan kanan menyuntikkan spuit yang berisi vaksin ke dalam daging atau otot dada ayam
8.Ketika melakukan penyuntikan, perhatikan penurunan campuran vaksin dalam spuit, disesuaikan dengan kebutuhan per ekor ayam yang disesuaikan dengan kebutuhan per ekor ayam yang disesuaikan dengan pencampuran dan spuit yang digunakan
B. Gumboro (Infectius Bursal Disease)
Penyakit ini sering disebut sebagai penyakit aidsnya unggas karena mempunyai pengaruh yang serupa yaitu merusak sistem kekebalan tubuh ayam
1.       Gejala
Penyakit ini menyerang anak ayam yang berusia sekitar 2-14 minggu. Ayam yang terserang penyakit ini memperlihatkan gejala sebagai berikut:
a.Diawali dengan penurunan nafsu makan dan minum
b.Bulunya tampak kusam dan biasanya disertai dengan diare yang berlendir yang mengotori bulu pantat.
c.Terjadi iritasi pada duburnya dan biasanya ayam sering mematuki duburnya sendiri
d.Ayam tampak lesu dan sering mengantuk
e.Dalam kondisi tidur biasanya paruh diletakkan di lantai dan keseimbangannya menjadi terganggu
Angka kematian akibat penyakit ii bervariasi, yakni sekitar 5%-80% tergantung keganasan virus dan umur ayam yang terserang.Angka kesakitannya dapat mencapai 100%,artinya dalam satu kandang bisa terserang seluruhnya. Ayam yang tidak sampai mati akan terganggu pertumbuhannya dan akan mudah sekali terkena infeksi sekunder.
2.Penyebab
Penyakit gumboro disebabkan oleh virus gumboro yang merusak sistem kekebalan tubuh.sebagian ahli menggolongkan virus ini ke dalam keluarga Birnaviridae
3.Pengendalian
Pengobatan yang khusus dan berhasil untuk penyakit gumboro belum ada. Upaya terbaik untuk penyakit ini adalah dengan melakukan pencegahan melalui vaksinasi dan menjaga sanitasi kandang atau lingkungan sekitar kandang.
Cara melakukan vaksinasi untuk penyakit ini prinsipnya sama dengan vaksinasi pada penyakit ND. Hanya saja vaksin yang digunakan adalah vaksin khusus untuk penyakit gumboro seperti gumboro vaccin nobilis (intervet),bursavac(sterwin lab),dan delvax gumboro.Cara penggunaannya harus disesuaikan dengan aturan yang tertera pada labelnya.
C. Marek (Leukosis Akuta)
1.Gejala
Penyakit ini terutama menyerang ayam dengan kondisi menjelang kematangan seksual yaitu antara umur 2-16 minggu.Gejala yang menjadi ciri khas penyakit ini diantaranya adalah terjadi kepincangan,sayap menggantung,sempoyongan,kurus,pucat,dan lemah. Selain itu, terjadi kelumpuhan saraf pada kaki sehingga kaki terjulur ke depan atau ke belakang.Sering kali matanya menjadi buta dan terdapat semacam tumor di bawah kulit
2.Penyebab
Penyakit ini disebabkan oleh virus DNA cell associated yang digolongkan sebagai virus herpes tipe B
3.Pengendalian
Sampai sekarang belum ada obat yang efektif untuk mengobati penyakit marek. Pengendalian yang paling baik adalah dengan melakukan vaksinasi dan menjaga sanitasi kandang serta lingkungan sekitar kandangan. Teknis untuk melaksanakan vaksinasi penyakit marek hampir sama dengan vaksinasi ND. Vaksinasi marek sebaiknya dilakukan sedini mungkin yakni ketika bibit berumur sehari.Vaksin yang digunakan adalah vaksin marek yang berasal dari herpes virus kalkun strain FC 126.Merek dagang vaksin marek yang banyak beredar, diantaranya Lyomarex,Marimune,Sterwin-HVT,MD-VC,dan Mar-Blem
D.Pilek Ayam (Infectious Coryza Snot)
1.Gejala
Ayam yang menderita penyakit ini akan mengalami beberapa gejala,diantaranya sebagai berikut:
a.busung dan pembengkakan pada daerah muka dan mata
b.Rongga hidung mengeluarkan lendir kental yang lengket dan berbau busuk.Lendir yang bercampur nanah dapat mengerak di sekitar lubang hidung dan sinus
c.kelopak matanya menjadi lengket
d.Getah radang yang banyak terdapat pada saluran pernapasan (batang dan cabang tenggorokan) dapat menyebabkan bunyi ngorok ketika bernapas. Pernapasan biasanya menjadi lebih cepat
e.Nafsu makan dan minum menurun sehingga dapat menyebabkan terjadinya penurunan produksi karena daya telurnya berkurang atau bahkan terhenti.
f.sering kali dibarengi dengan terjadinya diare
F.Gangguan Lain
Gangguan lain yang sering dialami oleh ayam adalah karena pakan,lingkungan dan pemeliharaan yang kurang memadai. Dalam praktiknya untuk mendeteksi suatu jenis penyakit sering kali kesulitan.Selain karena gejalanya yang sulit dibedakan terkadang dalam waktu yang sama terdapat lebih dari satu gangguan sehingga gejala yang tampak merupakan kombinasi dari beberapa gangguan. Berikut ini beberapa gangguan selain penyakit penyakit diatas yang sering dijumpai dalam budidaya ayam kampung. Diambil berdasarkan pengalaman peternak ayam kampung petelur kelompok peternak fajar sari,kampung tobor, desa karangsari, kecamatan kedungwaringin,bekasi,jawa barat
Jenis Gangguan
Kemungkinan penyebab
Cara mengatasinya
Ayam tidak nafsu makan
Ransum pakan kurang baik
Stressing
Kandang panas
Ransum diganti dan diberi top mix atau vita chick
Beri vita stress
Atur ventilasinya
Ayam banyak minum
Ayam kurang sehat
Beri therapy atau sulfamix
Angka kematian ayam tinggi
Kurang makan dan minum
Kandang kotor
Ada serangan penyakit tetelo
Tambah pakan dan minum
Cucilah kandang dengan neo antisep
Beri vaksin pada ayam yang masih sehat (lihat penyakit tetelo)
Ayam saling patuk
Ayam kurang makan
Sifat kanibal
Ransum pakan kurang protein dan mineral
Tambah pakannya
Beri hijauan atau potong sedikit paruhnya
Beri top mix
Ayam lemah dan lumpuh
Kurang makan
Kurang mineral (zat kapur)
Tambah pakannya
Pada pakannya ditambah top mix,mineral b 12 atau wonder
Produksi telur menurun
Kekurangan bahan pembuat telur
Beri stimulant egg
Telur kurang kuat
Kekurangan mineral
Beri strong egg